April: Incident

Source: Pexels
"They plan, and Allah plans. And Allah is the best of planners" (Quran 8:30)
Setelah hampir satu bulan tidak menulis, akhirnya kangen juga!!

Akhir April ditutup dengan insiden kecelakaan yang saya alami. Karena luka terbanyak di bagian kaki kanan dan luka terparah di bagian dengkul mengakibatkan saya tidak bisa berjalan lancar seperti biasanya. Terus sekarang gimana keadaanya? I’m getting better, Alhamdulillah.

Kecelekaannya hari Selasa pulang mengajar dari sekolah. Di sepanjang perjalanan sebelum kecelakaan saya berpikir; sebelumnya mampir dulu ke sate padang karena laper banget, hari Rabu berangkat teaching workshop pagi-pagi lumayan nih diajarin dosen dari NTU, Singapore. Hari kamis mau kasih video tentang kak Iman Usman ke murid biar pada semangat. Hari Jumat mengajar anak TK lagi dan melingkar lagi di kampus.

Tapi apa daya, karena jalanan licin tiba-tiba motor yang saya kendarai jatuh bukan karena nabrak atau ditabrak tapi kepleset gitu aja. Akhirnya, hari-hari yang sudah direncanakan berakhir di rumah, belum bisa kemana-mana sampai hari minggu nanti. Sedih? Awalnya iya.

Hikmahnya saya jadi lebih focus ke skripsi saya, progress skripsi saya semakin meningkat karena selama di rumah yang bisa dikerjain hanya skripsi. Mungkin ini teguran juga dari Dia bahwa selama ini saya terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan sampai saya lupa beberapa kewajiban saya.

Kejadian ini menjadi pengingat saya untuk berusaha seimbang dalam berbagai hal. Tidak berat sebelah.

Ada seorang penulis yang beberapa hari lalu saya baca blognya. Dan itu bener-bener mengubah cara pandang saya tentang tujuan hidup. Terlihat bahwa dia itu pekerja keras dan melakukan segala upaya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya  menjadi nyata. Salah satunya adalah kuliah di Inggris, menerbitkan buku keduanya. Setelah berhasil mencapai hal tersebut, dia terkena penyakit yang melumpuhkan setengah badannya. Segala sesuatu yang dia udah rencanakan ya harus ditunda karena penyakit ini. Tapi saya yakin dia akan bangkit lagi karena dilihat dari tulisan-tulisannya. Dia orang yang semangat dan optimis. Postingan blognya yang menjadi favorit saya; Pit StopMarah, Persistent dan Ambil positifnya Aja.

Cuplikan dari tulisannya;
Dalam menjalani hidup, gue selalu membuat checkpoints pribadi. Tujuan hidup gue yang terdengar sangat besar, gue pecah menjadi beberapa tujuan kecil agar terlihat lebih achievable. 
Ya supaya lebih sederhana aja, dan nggak ngerasa takut duluan.Target-target inilah yang gue sebut checkpoints. Sama seperti balapan, biasanya gue akan ‘istirahat’ sebentar di checkpoints lalu kembali melanjutkan perjalanan.Checkpoints ini bentuknya bisa berupa hal-hal sederhana seperti lulus kuliah, mendapat pekerjaan, sukses dapetin beasiswa, lulus kuliah S2, menikah, beli properti, dll. 
Selama ini gue selalu bisa meraih checkpoints itu, meski terkadang beberapa di antaranya tidak didapat tepat waktu. Kadang yang jadi barometer adalah teman-teman gue sendiri. Si ini udah bisa itu, si itu udah punya ini. 
Dan biasanya, gue selalu bekerja keras demi mencapai setiap checkpoint ini.Tapi sejak gue sakit, semua itu harus ditunda duluDan hidup mungkin sama kayak balapan. Nggak cuma butuh checkpoints, tapi juga butuh pit stop. Ya seperti sekarang, gue mungkin sedang menjalani yang namanya pit stop dalam kehidupan. 
Pemberhentian yang memakan waktu sedikit lebih lama dari biasanya. Sama kayak nyetir tadi, kita perlu ‘mengecilkan radio’, mengurangi ‘suara-suara’ yang tidak perlu. Biar lebih fokus. 
But I promise, this is just a pit stop, not a finish line.Sebelum nanti, gue akan ikut balapan lagi. 
Dalem banget kan!
Saya yang baru dikasih ujian yang ga seberapa dibanding dia malu banget kalo harus mengeluh.
Saya yakin akan ada saatnya apa yang dititipkan ke saya diambil sementara oleh Dia yang punya segalanya, kapan aja. Misalnya kenikmatan berjalan lancar dan leluasa gerakin kaki:”)

Comments

Popular Posts