R E A D

#88LOVELIVE Vol. 1, one of my fav books from one of my fav bloggers, Diana Rikasari.

Sejak 2009 sampai sekarang saya sangat senang membaca cerita beberapa orang yang dituangkan ke dalam blognya. Hal tersebut banyak menginspirasi saya, seperti bagaimana mereka tidak dipercaya orang lain, menghadapi orang dengan pandangan berbeda, jatuh bangun dan tentang pilihan hidup. I learn a lot from them.

Saya membaca blog mereka (re: my fav bloggers) sejak mereka masih single, kemudian mereka menikah dan sampai mereka memiliki anak. Mungkin jika saya tidak memiliki kegemaran membaca artikel, buku atau blog, saya tidak bisa menjadi seperti saya yang sekarang. Bisa dikatakan diri saya yang sekarang terbentuk dari berbagai bacaan yang saya baca.

Kegiatan membaca lebih membuat saya berpikiran terbuka, melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang berbeda.

Saya merasa kosong ketika beberapa hari tidak membaca blog, artikel maupun buku, rasanya seperti kehilangan “Oh moment” dalam hidup.

Pada saat membaca tulisan yang sangat bagus, saya memikirkan tulisan itu berhari-hari, seperti masuk ke dalam diri.

Akhir-akhir ini, saya menyukai blog dari 2 orang asal Indonesia yang sedang menjalani program S3 nya di luar negeri, yaitu Nazura Gulfira yang sedang menempuh studinya di Belanda dan Dewi Nur Aisyah di London. Berikut cuplikan tulisan mereka yang sangat saya sukai.


Ngapain capek-capek nulis rencana? Bagi saya, menulis rencana itu bagaikan memenuhi setengah ikhtiar. Kalau kita menuliskan rencana, maka kita akan berupaya sekuat tenaga menggerakan diri kita untuk menggapai berbagai asa. Kita jauh berpikir ke depan tentang masa depan kita, di saat yang lain, mungkin, masih terlena dengan nikmatnya dunia atau hidupnya yang gitu-gitu aja. Menulis rencana berarti kita menyapa Allah dengan rencana kita dalam doa-doa kita. Agar jalan hidup lebih berirama, bergerak selaras menuju surga-Nya.Kalau ga tercapai gimana? Ya gak papa, itu adalah hak prerogatif Allah untuk memberikan rezeki-Nya, toh bukankah yang kita dapatkan selalu yang terbaik sesuai rencana-Nya?  Bukankah kita mengenal frasa “terus berusaha” dan “pantang putus asa”. Bukankah pengganti terbaik selalu diberikan oleh-Nya menjawab hasil usaha. Maka tugas kitalah untuk menyelami makna syukur dan menempa sabar dalam jernihnya iman dan taqwa.
 (Baca lebih lanjut disini)


"Growing up had made me realised that we need to choose not only what we think are important, but also what suits us best… it's easy to say that we would like to conquer the world, reach all of our dreams, experience as many things as possible, satisfy every last bit of our curiosity, and these sorts of things. It happened to me too... for many years I had those urges too, as there were countless things of interest, waiting to be explored. I even called myself as a girl with a thousand dreams". I found this a bit odd, how the sentence sounded so cool when I said it years ago, and now it sounds strange to me. "But now, I think I've reached the age where that no longer drives me, and that I can clearly see the things that are the most suitable for me"

She stayed silent. Her expression was intense. 

"Now I completely understand why some people don't have a big house even though they could. They prefer to have this modestly sized house which can bring people inside together that a big house just couldn't… some people keep their coffee shop to just one small store, not because they cannot make it into an expansive franchise, but because they just don't want to expand their businesses. They appreciate the authenticity of the process behind it rather than the commercial potential of it… some people have already been producing lots of works and yet are still not as popular as the newcomers. It's not because they are blind to the market, but because they'd rather retain the originality of their ideas rather than just providing the demand of the market… and some people decided to stay as a staff, not because they are incompetent to be a manager, but because they prioritise family over career"
(Baca lebih lanjut disini)

Mungkin ini alasan kenapa wahyu pertama yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah “Iqra” yang artinya “Bacalah!” karena dengan membaca membuat kita dapat belajar banyak dari pengalaman orang lain.

Comments

Popular Posts