SAM 21: Workshop of Design Thinking and Team Working

“Ten years from now, make sure you can say that you chose your life. You didn’t settle for it.”


Southeast Asian Mobility for 21st Century Skills (SAM 21) merupakan rangkaian kegiatan workshop design thinking dan team working yang akan dilaksanakan di 3 negara; Malaysia, Thailand dan Indonesia. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Universiti Teknologi Malaysia dan KMUTT Thailand.

SAM 21 dilaksanakan terlebih dahulu pada bulan Maret 2017 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) kemudian bulan Mei nanti dilaksanakan di Bangkok, Thailand kemudian bulan Juli di Indonesia. SAM 21 merupakan acara terberat dan yang paling menyenangkan yang pernah saya ikuti:’) Disini kita dituntut untuk memahami sesuatu dengan ritme yang cepat dan langsung mengimplementasikannya ke dalam project kemudian presentasi dan begitu seterusnya.

Pertama kali saya mendapatkan info ini dari adik tingkat yang 2 tahun lebih mudah dibawah saya, Viya. Aduh jadi keliatan tuanya deh. Dia menanyakan beberapa hal tentang acara SAM 21. Awalnya agak ragu untuk ikut acara ini karena bertepatan dengan deadline proposal penelitian yang harus diseminarkan dan harus dilaksankan penelitiannya awal Januari 2017. 

Khawatir, cemas dan stress berat karena harus mundar-mandir perpustakaan, di depan laptop dari pagi siang, sore sampai malam. Bener-bener berasa “oh ini loh rasanya jadi final year student”.

Akhirnya curi-curi waktu mengerjakan persyaratan untuk mendaftar SAM 21; Personal statement, Academic Transcript dan basic questions seperti nama, alamat, jurusan, email, dsb. Finally, it all pays off. Saya mendapatkan email bahwa saya berhasil menjadi salah satu peserta workshop yang dilaksanakan di 3 negara tersebut. Alhamdulillah...

Saya pernah melihat update-an teman saya yang kira-kira begini “ngapain ya ikut acara seperti itu paling cuma untuk update di sosial media aja”. Padahal apa yang orang lain lihat di sosial media saya hanya 0.1% dari kehidupan saya. Banyak behind the scene dari setiap foto, ratusan menit untuk mengikuti seleksi suatu kegiatan dan mengisi persayaratannya. Memastikan bahwa kegiatan perkuliahan dan di luar perkuliahan seimbang. 

Kadang apa yang kita post di sosial media hanya bagian senangnya saja karena hal-hal sedihnya tidak instagramable. Oleh karena itu, tidak diupload di sosial media, Haha.

Saya akan menceritakan kegiatan saya selama di Singapura dan Malaysia bulan ini pada tulisan berseri yang akan saya post di blog. So, stay tuned!

Comments

Post a Comment

Popular Posts